KEPEMIMPINAN SERTA JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN

   

     
Sebuah negara, institusi, organisasi, bahkan diri kita sendiri tidak terlepas dari figur seorang pemimpin, dimana negara di pimpimpin oleh seorang kepala negara atau kepala pemerintah yang berupa presiden dalam sistem presidensial (dipilih oleh rakyat sebagai kepala pemerintahan di bidang eksekutif), perdana mentri atau kenselir dalam sistem perlementer, dan seorang raja atau ratu dalam sistem monarki (mendapatkan posisi kepemimpinan lewat garis keturunan), juga dalam institusi atau sebuah organisasi pasti memiliki sistem kepemimpinan, bahkan dalam diri kita sendiri, kita sendirilah sebagai pemimpinya, dimana kita mengatur atau memanajemen diri kita di setiap hari, waktu, bahkan setiap detik. 




    Dalam sebuah sistem kepemimpinan ada beberapa sistem yang mungkin bisa di dipelajari dan di terapkan, tergantung kecocokan dalam sebuah sistem, wadah atau organisasi yaitu :

Otoriter :

  • Segala keputusan bersumber pada pemimpin.

  • Rakyat bersifat kolektif tetapi sekadar penerima dan hanya mengikuti keputusan.

  • Seperti di Korea Utara → rakyat tidak bisa menentang keputusan pemimpinya (Kim Jong un). Tidak ada kebebasan bersuara, lelucon, komentar negatif bahkan kritik bisa dianggap penghinaan terhadap pemerintah atau kepala negara, dan hukumanya sangat berat, bisa berupa di sangsi, di penjarakan, bahkan di eksekusi. Jadi di Korea Utara rakyat mutlak hidup di bawah kekuasaan Kim Jong Un 

  • Di Indonesia seperti Soeharto → di masa kepemimpinanya sering disebut sebagai kepemimpinan yang otoriter, terutama pada masa Orde Baru pada tahun 1966 - 1998, ahli politik, sejarawan bahkan pengamatpun menyebut Suharto sebagai Pemimpin yang otoriter, dimana terjadi penyentralan kekuasan/ kendali penuh, pembungkaman oposisi, sentral dan kontrol media, pelanggaran ham dibawah kepemerintahanya, korupsi, kolusi, dan nepotisme



    kepemimpinan ini beresiko sangat besar, apabila terjadi ke gagalan dalam kepemimpinanya maka yang pertama di salahkan adalah pemimpinya, karena sebagai faktor pertama yang menambil keputusan.



Demokratis (Permusyawaratan)

  • Keputusan diambil oleh semua kalangan/semua lini (misal lini atas dst.), dimusyawarahkan bersama dan dihasilkan secara mufakat.

  • Pemimpin memutuskan atas kesepakatan bersama.


Visioner

  • Kepemimpinan yang melakukan keputusan itu lebih kepada tahap & proses (memutuskan keputusan dalam struktur organisasi berdasarkan proses bertahap) atau strategi alami.

  • Seseorang dianggap memiliki jiwa kepemimpinan karena memiliki sifat seperti berintegritas, akuntabilitas, komunikasi yang baik, mempunyai visi misi jelas, kemandirian dan mampu mengambil keputusan.


  • Contoh: A dianggkat jadi bendahara karena memiliki sifat yang mudah dipercaya dalam urusan uang, mampu menjaga amanah, menyimpan barang, terbuka, dan mampu menjadi bendahara  → karena itu pemimpin yang visioner menilai berdasarkan sifat dan karaternya.


  • B: jadi pengelola karena berpikir & memahami karakter masing-masing (melalui sikap, sifat, dll.) (seperti dilihat dari pengalamannya).


Kepemimpinan Spiritual

  • Kepemimpinan yang keputusan tersebut keluar berdasarkan nilai spiritual. Jadi pemimpin tersebut mempunyai arah pahala amal, dosa, dalam bertindak/dlm tindakan.

  • Kepemimpinan yang nilai-nilai spiritual adalah kepemimpinan yg dicontohkan oleh Nabi SAW

  • Contoh-contohnya, bisa terjadi di pesantren, pondok-pondok pesantren yang memiliki nilai kepemimpinan spiritual karena menerapkan nilai- nilai agama yg diajarkan dalam kesehariannya.

  • Kepemimpinan spiritual berdasar pada pahala dan dosa, bukan kepemimpinan yg tidak benar dan akan berdosa.





Yang baik dan disarankan adalah menjadi pemimpin demokratis, Visioner dan pemimpin yang spiritual. Jika digabungkan, jadi kepemimpinan ini insyaAllah akan sukses apabila model kepemimpinan dilakukan dengan demokratis, visioner & spiritual.

Kepemimpinan biasanya di panggil ketua, lider, atau di perusahaan disebut manajer, dan ini yang mengatur semua kinerja organisasi, wadah, atau sebuah perusahaan karena dia sebagai pemangku kebijakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian ITC dan Manfaat ITC bagi Organisasi

MAKALAH STUDI SYARI'AH