Senin, 06 Juli 2026

MENGHADIRI MAJELIS ILMU DAPAT MENGHAPUS DOSA 70 MAJELIS YANG ISINYA OBROLAN SIA-SIA DAN PERMAINAN


 "حُضُورُ مَجْلِسِ الْعِلْمِ يُكَفِّرُ سَبْعِينَ مَجْلِسًا مِنْ مَجَالِسِ اللَّغْوِ وَاللَّعِبِ"


Makna/Artinya:

"Menghadiri majelis ilmu dapat menghapus dosa 70 majelis yang isinya obrolan sia-sia dan permainan."

.

Maksudnya: Sekali kita duduk di majelis ilmu - ngaji, ta'lim, dengerin ceramah - pahalanya bisa ngelebur dosa dari 70x kita ikut ngumpul yang isinya gibah, becandaan nggak manfaat, atau main-main.

Kenapa? 

Karena majelis ilmu itu nurunin rahmat, malaikat ngelilingin, dan Allah nyebut-nyebut nama kita ke malaikat. Sedangkan majelis lagho/la'ib itu kosong dari dzikir.


Kalimat lanjutannya: *"وعلى الجملة فإنه ينحل عن القلب عقدة من عقد حب الدنيا" 

"Dan secara umum, majelis ilmu itu bisa melepas 1 ikatan cinta dunia dari hati.

Senin, 12 Januari 2026

KEWAJIBAN ISTRI TERHADAP SUAMI - UQUDUL LUJAIN hal. 8

 
Assalamuallaikum wr. wb.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، نَعْقِدُ فِي هٰذَا الْمَجْلِسِ الْمُبَارَكِ دِرَاسَةَ كِتَابِ عُقُوْدِ الْجَيْنِ .

نَسْأَلُ اللّٰهَ أَنْ يَجْعَلَنَا مِمَّنْ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ، وَأَنْ يَنْفَعَنَا بِالْعِلْمِ، وَيَزِيْدَنَا فَهْمًا وَيَقِيْنًا، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.


Artinya (Indonesia):

Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menambah keutamaan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga dan para sahabatnya seluruhnya.

Amma ba‘du. Wahai hadirin yang dirahmati Allah, pada majelis yang penuh berkah ini kita mengadakan pengajian dan pembahasan kitab Uqūd al-Jain

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat lalu mengamalkan yang terbaik darinya, memberi kita manfaat ilmu, menambah pemahaman dan keyakinan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Hormat dan saling menghormati adalah cerminan iman kita dalam berhubungan dengan sesama manusia (ḥablum minannās), di mana kita diperintahkan untuk menjaga hubungan bukan hanya dengan Allah SWT (ḥablum minallāh), tetapi juga dengan sesama manusia, bahkan dengan hewan, alam, dan seluruh ciptaan Allah SWT di bumi sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai khalīfah fī al-arḍ.

    Terlebih dalam hubungan keluarga dan suami istri, Islam menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menunaikan hak dan kewajiban, serta membangun rumah tangga yang dilandasi dengan  syariat agama islam.

    Selanjutnya, apabila kita merujuk pada Kitab ‘Uqūd al-Lujjayn karya Syaikh Nawawi al-Bantani, khususnya pada halaman 8, dijelaskan bahwa dalam rumah tangga Islam terdapat aturan adab dan tanggung jawab yang harus dijaga agar tercipta keharmonisan. Di antara pembahasan penting dalam kitab tersebut adalah peraturan dan adab seorang istri terhadap suami, yang bukan dimaksudkan untuk merendahkan martabat perempuan, melainkan sebagai bentuk pengaturan peran demi menjaga keutuhan dan ketenteraman rumah tangga.

    Dalam ‘Uqūd al-Lujjayn dijelaskan bahwa seorang istri dianjurkan untuk taat kepada suami dalam perkara yang ma‘ruf, yakni selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT. Ketaatan ini mencakup sikap menghormati, menjaga lisan dan perbuatan, serta tidak menyakiti hati suami baik dengan ucapan maupun sikap. Seorang istri juga diperintahkan untuk menjaga kehormatan diri, harta, dan rumah tangga suaminya, baik ketika suami berada di rumah maupun ketika ia tidak ada.

Uqudul lujain hal. 8

1. Selalu malu pada suaminya (andap asor)

2. Selalu menunduk di hadapannya(sopan)

3. Selalu taat kepadanya

4. Ketika suaminya bicara harus didengarkan 

5. Saat suaminya datang atau keluar dari rumah dia menyambut dengan berdiri.(Sugeng rawuh kang mas)

6. menjaga tubuh dan mulut tetap wangi

7. Selalu menawarkan diri ketika mau tidur(ngersa'aken nopo mboten mas?)

8. Selalu berhias jika ada suaminya,dan tidak berhias jika suaminya tidak ada di hadapannya


ويجب على المرأة دوام الحياء من زوجها وغض طرفها قدامه والطاعة لامره والسكوت عند كلامه والقيام عند قدومه وخروجه وعرض نفسها له عند النوم والتعطر وتعهد الفم بالمسك والطيب ودوام الزينة بحضرته وتركها عند غيبته 

Uqudul lujain hal. 8


    Demikian, ‘Uqūd al-Lujjayn juga harus dipahami secara utuh dan seimbang, bahwa kewajiban istri terhadap suami berjalan seiring dengan kewajiban suami untuk memperlakukan istri dengan baik, penuh kasih sayang, dan keadilan. Dengan demikian, aturan yang disampaikan dalam kitab ini sejatinya bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa raḥmah, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

    Demikian tulisan ini saya buat, tanpa bermaksud menggurui kepada seluruh guru masyaikh namun hanya sebagai bentuk tulisan kecil yang semoga bermanfaat untuk saya pribadi atau muslim lainya di tingkat yang sama, yang membutuhan pemahaman yang lebih luas tentang bab ini,

وَاللّٰهُ الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Wassalamuallaikum, wr. wb



Selasa, 11 November 2025

KIPRAH KIYAI ABBAS DALAM PERTEMPURAN 10 NOVEMBER SURABAYA "RESOLUSI JIHAD" SINGA JAWA BARAT

 



    10 November Tahun 1945 adalah hari pertempuran besar yang pernah terjadi di Kota Surabaya Jawa Timur, pertempuran tersebut merupakan pertempuran besar antara tentara sekutu yang dipimpin Inggris dengan Pemerintah Indonesia yang dubantu milisi-milisi perjuagan dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk menyerahkan nyawa ke Surabaya. Karena begitu dahsyatnya perang ini sampai-sampai Pemerintah Indonesia dikemudian hari menetapkan 10 November 1945 sebagai hari pahlawan Nasional. Sebab pada hari inilah pahlawan-pahlawan yang datang berjuang ke Surabaya baik yang gugur maupun yang hidup tak mampu dihitung bilangannya.


Diantara milisi-milisi pejuang yang turut membantu pemerintah dalam melawan Sekutu pada 10 November 1945 adalah milisi Sabilillah, milisi ini merupakan milisi yang didirikan oleh para Ulama.


Adapun dalam perang 10 November, berdasrkan musyawarah yang diadakan di Rembang yaitu di Kediaman Kiyai Bisri, diputuskan bahwa yang menjadi panglima perang milisi Sabillah dalam rangka menghadapi sekutu di Surabaya adalah Kiyai Abbas Bin Abdul Djamil beliau merupakan Kiyai kharismatik yang berasal dari Pesantren Buntet  Cirebon. 


Kiyai  Abbas merupakan anak Kiyai Abdul Djamil, cucu dari Kiyai Muta’ad adapun buyut beliau adalah Kiyai Muqqoyim atau orang Buntet biasa menyebut beliau Mbah Muqoyyim, buyut beliau merupakan Pendiri Pesantren Buntet. Kiyai Abbas lahir pada hari Jumat tanggal 24 Dzulhujjah tahun 1300 H (1879 M) di Kelurahan Pekalangan, Kota Cirebon, Jawa Barat (Rizki Tadarus, 2016:VII).


Selain berperan dalam perang kemerdekaan di Surabaya beliau juga Kiyai yang telah membuat semacam sturuktur atau metodologi pengajaran di Pondok Buntet Pesantren Cirebon yang sebelumnya belum diatur dengan baik. Kiyai Abbas juga berperan terhadap berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, beliau juga pernah menjabat sebagai ketua bagian hukum atau Syuriah di Organisasi Sarekat Islam, dan selain itu beliau juga merupakan seorang Mursyid tarekat Syattariyah dan tarekat Tijaniyah di Cirebon (Rizki Tadarus, 2016:VII).


Adapun dalam kitannya dengan peristiwa perang serta kiprah Kiyai Abbas selaku Panglima milisi Sbalilillah dalam perang 10 November di Surabaya adalah sebagai berikut:


Dari Cirebon berama santri-santrinya beliau naik kereta api menuju Rembang. Pada waktu itu, Kiyai Abbas tampak mengenakan jas buka abu-abu, kain sarung plekat serta bersorban, dan beralas kakikan Bakiak. 


Setibanya di Stasiun Rembang Jawa Tengah, ternyata sudah banyak orang yang menunggu-nunggu kedatangan beliau. Rombongan Kiyai Abbas lalu diantar ke Pondok Pesantren Kiai Bisri, di Rembang. Malam harinya, dilakukan musyawarah untuk menentukan teknik peperangan yang digunakan serta menentukan siapa yang menjadi Panglima Sabilillah dalam rangka menghadapi Sekutu.


Hasil musyawarah itu kemudian memutuskan bahwa yang menjadi, komando atau Panglima pertempuran dipercayakan kepada Kiyai Abbas. 


Usai Shalat Shubuh, Pondok Pesantren Rembang sudah ramai oleh para santri yang siap mati berjuang melawan penjajah. Rombongan lalu berangkat ke Surabaya.


Sebelum berangkat ke Surabaya, Kiyai Abbas sempat memanggil santrinya Abdul Wachid dan meminta sandal bakiak yang dititipkan telah kepadanya saat di Cirebon. Kiyai Abbas lalu berangkat dengan menumpang mobil sedan kuno.


Saat pertempuran di Surabaya, Kiyai Abbas dan kiyai lainnya berada di tempat yang agak tinggi, sehingga bisa dengan jelas mengamati jalannya perang. Dan dari tempat itulah misilisi Sabilillah yang dipimpin beliau melancarkan serangan-serangannya.


Dari ketinggian ini pulalah Pasukan Sabilillah yang di komandoi Kiyai Abbas diceritakan banyak membunuh tentara sekutu, bahkan beberapa pesawat tempur milik sekutu berhasil dijatuhkan melalui perjuangan beliau dan milisi Sabilillah.


Demikianlah sekelumit mengenai perjuangan Kiyai Abbas dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah di Proklamirkan 4 bulan sebelumnya (17 Agustus 1945)


Rabu, 24 September 2025

KEPEMIMPINAN SERTA JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN

   

     
Sebuah negara, institusi, organisasi, bahkan diri kita sendiri tidak terlepas dari figur seorang pemimpin, dimana negara di pimpimpin oleh seorang kepala negara atau kepala pemerintah yang berupa presiden dalam sistem presidensial (dipilih oleh rakyat sebagai kepala pemerintahan di bidang eksekutif), perdana mentri atau kenselir dalam sistem perlementer, dan seorang raja atau ratu dalam sistem monarki (mendapatkan posisi kepemimpinan lewat garis keturunan), juga dalam institusi atau sebuah organisasi pasti memiliki sistem kepemimpinan, bahkan dalam diri kita sendiri, kita sendirilah sebagai pemimpinya, dimana kita mengatur atau memanajemen diri kita di setiap hari, waktu, bahkan setiap detik. 




    Dalam sebuah sistem kepemimpinan ada beberapa sistem yang mungkin bisa di dipelajari dan di terapkan, tergantung kecocokan dalam sebuah sistem, wadah atau organisasi yaitu :

Otoriter :

  • Segala keputusan bersumber pada pemimpin.

  • Rakyat bersifat kolektif tetapi sekadar penerima dan hanya mengikuti keputusan.

  • Seperti di Korea Utara → rakyat tidak bisa menentang keputusan pemimpinya (Kim Jong un). Tidak ada kebebasan bersuara, lelucon, komentar negatif bahkan kritik bisa dianggap penghinaan terhadap pemerintah atau kepala negara, dan hukumanya sangat berat, bisa berupa di sangsi, di penjarakan, bahkan di eksekusi. Jadi di Korea Utara rakyat mutlak hidup di bawah kekuasaan Kim Jong Un 

  • Di Indonesia seperti Soeharto → di masa kepemimpinanya sering disebut sebagai kepemimpinan yang otoriter, terutama pada masa Orde Baru pada tahun 1966 - 1998, ahli politik, sejarawan bahkan pengamatpun menyebut Suharto sebagai Pemimpin yang otoriter, dimana terjadi penyentralan kekuasan/ kendali penuh, pembungkaman oposisi, sentral dan kontrol media, pelanggaran ham dibawah kepemerintahanya, korupsi, kolusi, dan nepotisme



    kepemimpinan ini beresiko sangat besar, apabila terjadi ke gagalan dalam kepemimpinanya maka yang pertama di salahkan adalah pemimpinya, karena sebagai faktor pertama yang menambil keputusan.



Demokratis (Permusyawaratan)

  • Keputusan diambil oleh semua kalangan/semua lini (misal lini atas dst.), dimusyawarahkan bersama dan dihasilkan secara mufakat.

  • Pemimpin memutuskan atas kesepakatan bersama.


Visioner

  • Kepemimpinan yang melakukan keputusan itu lebih kepada tahap & proses (memutuskan keputusan dalam struktur organisasi berdasarkan proses bertahap) atau strategi alami.

  • Seseorang dianggap memiliki jiwa kepemimpinan karena memiliki sifat seperti berintegritas, akuntabilitas, komunikasi yang baik, mempunyai visi misi jelas, kemandirian dan mampu mengambil keputusan.


  • Contoh: A dianggkat jadi bendahara karena memiliki sifat yang mudah dipercaya dalam urusan uang, mampu menjaga amanah, menyimpan barang, terbuka, dan mampu menjadi bendahara  → karena itu pemimpin yang visioner menilai berdasarkan sifat dan karaternya.


  • B: jadi pengelola karena berpikir & memahami karakter masing-masing (melalui sikap, sifat, dll.) (seperti dilihat dari pengalamannya).


Kepemimpinan Spiritual

  • Kepemimpinan yang keputusan tersebut keluar berdasarkan nilai spiritual. Jadi pemimpin tersebut mempunyai arah pahala amal, dosa, dalam bertindak/dlm tindakan.

  • Kepemimpinan yang nilai-nilai spiritual adalah kepemimpinan yg dicontohkan oleh Nabi SAW

  • Contoh-contohnya, bisa terjadi di pesantren, pondok-pondok pesantren yang memiliki nilai kepemimpinan spiritual karena menerapkan nilai- nilai agama yg diajarkan dalam kesehariannya.

  • Kepemimpinan spiritual berdasar pada pahala dan dosa, bukan kepemimpinan yg tidak benar dan akan berdosa.





Yang baik dan disarankan adalah menjadi pemimpin demokratis, Visioner dan pemimpin yang spiritual. Jika digabungkan, jadi kepemimpinan ini insyaAllah akan sukses apabila model kepemimpinan dilakukan dengan demokratis, visioner & spiritual.

Kepemimpinan biasanya di panggil ketua, lider, atau di perusahaan disebut manajer, dan ini yang mengatur semua kinerja organisasi, wadah, atau sebuah perusahaan karena dia sebagai pemangku kebijakan.

Minggu, 12 November 2023

Tidak ada Pertemanan antara laki-laki dan perempuan melainkan diantaranya akan melibatkan perasaan


     Tidak ada Pertemanan anatara laki-laki dan perempuan melainkan diantaranya akan melibatkan perasaan, mungkin hal ini akan dianggap tidak mungkin atau mungkin, sisi pandang hal ini tidak terlepas dari mana sudut pandang seseorang untuk melihat hal tersebut, dan akan terbaca bila dimana di lihat dari sudut pandang yang menyeluruh bahkan teramat dalam.


     Tidak terlepas dari cerita kemarin yang muncul menimpa kehidupan saya, dari obrolan teman ngopi yang tidak canggum lagi untuk berdebat membicarakan suatu hal dari sisi positif dan negatif.

   Obrolan tentang seseorang yang sudah mempunyai pasangan namun tetap memilih berteman dengan lawan jenis, sebut saja obrolan kami ini obrolan yang mengacu dari sudut pandak prularisme, kami membicara akan baiknya hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan, sejatinya kita mahluk sosial yang membutuhkan mahluk-mahluk lainya di dunia "tidak bisa hidup benar-benar sendiri" bahwak ketika kita pergi ke suatu tempat juah dan terpencil,  nyatanya kita tidak bisa mengawali hidup dengan sendiri, dari menanam makanan sendiri dan melakukan hal apapun sendiri, nyatanya kita masih membutuhkan makanan dari hasil yang di tanam orang lain, bahkan tak lepas dari apapun, sudah seumumnya manusia adalah mahluk sosial.

    Permasalahan terjadi ketika seseorang mempunyai pasangan,  namun tetap ingin mempertahankan hubungan dengan teman lawan jenisnya, hal tersebut adalah hal yang biasa, namun setelah mencapai tingkat - tingkat tertentu, suatu pasangan di haruskan bisa saling menjaga dan mengerti, untuk saling menjaga dan tidak terjadinya saling menyakiti perasaan satu sama lain.

     Dilihat dari sisi pandangan orang yang mencintai pasanganya, pendapat umum yaitu biasa saja, namun di sisi X pertememanan yang melibatkan lawan jenis bisa tidak  biasa saja, dikalau hal seperti bepergian di malam hari sampai menginap di suatu tempat, walaupun tidak melakukan apa-apa toh lebih baik tidak, dikarenakan alasan untuk menjaga hati pasangan tersebut, dan menutup terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, seperti lunturnya kepercayaan dan mengurangi rasa effort atas perilaku tersebut.

    Kepercayaan dan keseimbangan menjaga perilaku adalah hal yang harus sering disinkronkan, jangan kita memupuk kepercayaan, namun hal yang melunturkan kepercayaan tersendiri terus dilakukan dan sengaja di buat, upaya ini tidak sinkron dengan hal untuk memupuk kepercayaan.


contoh kasus : Raya sudah percaya bahawa Reni orang yang jujur, namun sekali Reni tertangkap berbohong maka runtuhlah semua kepercayaan Raya, seperti pepatah yang mengatakan "karena nila setitik rusak susu sebelanga" sangat jelek untuk sebagian orang, karna kepercayaan dihapuskan dengan satu kali kejelekan, idealnya sih kita memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain, namun rasa yang naif kadang muncul di jiwa-jiwa manusia, namun tak sedikit yang lapang dada untuk memaafkan kekasihnya, hal ini terjadi karna suatu cinta yang luar biasa yang terlahir di dalam jiwa manusia.

    Akhir pembicaraan memanas, walau kopi semakin dingin, namun kami tetap bersitegang memanas membakar kalori-kalori yang ada di dalam tubuh, membusungkan dada masing-masing, meninggikan suara, dan menguatkan pendapat sendiri-sendiri.


Suatu pernyataan muncul dari beberapa orang, yang membuat saya setuju akan pendapatnya yaitu : 

"Pembenanaran itu bisa dilihat dari penilaian banyak orang, jangan merasa benar sendiri tanpa melihat penilaian banyak orang"


Note : Maka dari itu saya tergugah meneliti pandangan orang - orang yang saya temui.

        Menurut Penelitian yang saya lakukan dengan menyasar laki-laki dari teman saya, dari 5 orang yang saya tanya dengan pertanyaan "bagai mana jika anda mempunyai pasangan wanita namun berangkat bersama teman lawan jenisnya dalam keadaan malam hari, dengan posisi menginap di suatu tempat, lalu dengan jawaban lantang teman yang saya tanyakan hampir sama menjawab dengan jawaban :

Bagaimana dengan hubungan yang harusnya di jaga dengan dua orang  pasangan tersebut, bukankah tiada hubungan tanpa aturan ? kalo aturanya seperti itu teman saya sangat tidak setuju, tak ada kata untuk membenarkan perilaku perempuan yang berangkat dengan lawan jenis dalam keadaan larut malam dan menginap, walalpun status mereka adalah teman dekat, bukankah pandangan Agama Islam pun melarang hal yang demikian.


Mungkin dalam sudut pandangan yang lain terjadi ketidak sepakatan atas pandangan tersebut, namun dari banyak pertanyaan yang menyasar teman saya atas dasar "penelitian" mereka setuju akan hal itu tidak biasa-biasa saja, banyak juga pandangan negatif akan hal itu. 


Semua pembaca bisa mencermati dengan cara yang berbeda-beda tentunya, namun apabila ada masukan yang ingin disampaikan bisa di tulis di kolom komentar !!!





Selasa, 11 Juli 2023

Lakukan Perjuangan dengan Gembira || Emha Ainun Nadjib


Perjuangan itu kita lakukan dengan kegembiraan, dan kegembiraan itu memperkuat, saya dan anda kuat hati dan kuat sel-selnya, saya tidak ruwet hatinya, jujur pikiranya, saya sehat awake "badanya"

Tidak ada pemikiran kenan ke kiri, seperti hal negatif ''selingkuh'',gede mu bisa ora lancar ''gedenya bisa tidak lancar", semua cairan tumbuh bisa mesti terhalang karena perintahnya dari atas ''otak/pemikiran'' jadi kalo pemikiranya tidak jujur badanya ikut tidak jujur, makanya saya berpikir jujur, harus objektik, harus adil, tidak peduli menghadapi apa saja, pemikiranku harus adil, tindakan ku.


nanti badanmu akan sehat jiwa mu akan sehat, sel2 mu akan kuat, itu memang rumusnya seperti itu,

------------------------------------------------------------------

Perkataan Cak nun atau Emha Ainun Nadjib di atas di ambil dari salah satu pembicaraan beliau di satah satu acara, yang di rekam di kanal Youtube

Kita bisa sama sama belajar atau bahkan merasakan apa yang Cak Nun sampaikan


Semoga bermanfaat

Salah hangatt.. !!!

Selasa, 04 Juli 2023

Nashoihul 'ibad II Tiga golongan manusia yang dapat naungan di hari qiyamat

 Kajian rutin malam Senin kitab Nashoihul 'ibad



TIGA GOLONGAN MANUSIA YANG AKAN MENDAPAT NAUNGAN ALLAH DI HARI QIYAMAT NANTI

Rasulullah Saw. bersabda

Tiga golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan 'Arsy-Nya pada hari yang tidak ada naungan (hari qiyamn selain naungan-Nya, yaitu;

1. Orang yang tetap menyempurnakan wudlunya meskipun keadaannya tidak menyenangkan ( keadaan sangat dingin)

2. Orang yang tetap berangkat ke mesjid meskipun keadaan gelap di malam hari untuk menunaikan shalat berjamaah

3. Orang yang senang memberi makan orang yang kelaparan 


TIGA FAKTOR YANG MENYEBABKAN MANUSIA MENJADI KEKASIH ALLAH SWT.

Nabi as. pernah di tanya:

" Wahai Ibrahim AS, apa sebabnya Allah menjadikanmu orang kesayangan-Nya?"

Nabi Ibrahim menjawab: Karena tiga perkara yaitu;

1. Aku selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah selain Allah

2. Aku tidak pernah mengkhawatirkan sesuatu (Rizqi) yang urusannya telah di tanggung oleh Allah SWT

3. Aku tidak senang makan, baik pada sore hari maupun pagi hari, kecuali bersama tamu.


"semoga bermanfaat #nurulikhlas#gudang"

MENGHADIRI MAJELIS ILMU DAPAT MENGHAPUS DOSA 70 MAJELIS YANG ISINYA OBROLAN SIA-SIA DAN PERMAINAN

 "حُضُورُ مَجْلِسِ الْعِلْمِ يُكَفِّرُ سَبْعِينَ مَجْلِسًا مِنْ مَجَالِسِ اللَّغْوِ وَاللَّعِبِ" Makna/Artinya: "Menghadiri m...